Di Ngawi, Kemendikbud Ristek Apresiasi Cara LKP Sari Dewi Dampingi Alumni Jadi Wirausaha Baru

Di Ngawi, Kemendikbud Ristek Apresiasi Cara LKP Sari Dewi Dampingi Alumni Jadi Wirausaha Baru
Koordinator Kelompok Kerja Ditsuslat Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek RI Dr. Kastum saat mengunjungi kegiatan LKP Sari Dewi di Krandegan, Ngrambe.

NGAWI - Koordinator Kelompok Kerja Program Ditsuslat Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek RI, Dr. Kastum memberikan apresiasi terhadap LKP Sari Dewi. Menurutnya, cara LKP Sari Dewi dampingi alumni hingga jadi wirausaha baru merupakan keberhasilan LKP tersebut dalam menjalankan program pemerintah pusat.

Hal itu ia sampaikan dihadapan awak media saat mengunjungi secara langsung LKP Sari Dewi yang berada di Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (2/12/2023) lalu.

Ia mengatakan, kunjungannya tersebut untuk melihat secara langsung proses LKP dalam menjalankan program stimulan dari pemerintah pusat guna membantu perekonomian dan usaha mandiri untuk menjadi wirausaha yang profesional.

"LKP Sari Dewi milik Ibu Ning ini bisa dijadikan percontohan baik LKP yang ada di Ngawi bahkan nasional, karena saya melihat betul proses dan hasil dari keterampilan peserta ini sungguh luar biasa, saya nilai LKP Sari Dewi mampu bersaing di dunia wirausaha," kata Kastum.

Dihadapan 40 peserta didik LKP Sari Dewi, Kastum menyampaikan bahwa peserta LKP yang dinyatakan lulus juga mendapat bantuan peralatan atau bahan rintisan sebagai modal utama yang diperlukan dalam memulai usaha.

"Selama pelatihan, setidaknya bisa menjadi bekal penting untuk memulai mandiri berusaha," ujar Kastum menambahkan.

Sementara itu, Ketua DPRD Ngawi, Heru Kusnindar yang juga turut hadir dalam kegiatan penutupan LKP Sari Dewi ia menilai LKP Sari Dewi mampu menciptakan SDM unggul.

Heru mengungkapkan, dengan melihat secara langsung praktek dan hasil karya peserta LKP Sari Dewi bidang rias pengantin dan Make Up Artist, ia berpendapat bahwa LKP Sari Dewi bisa menjadi percontohan LKP-LKP yang ada di Ngawi.

"Ini luar biasa, LKP Sari Dewi mampu menghasilkan karya terbaik para peserta LKP, ini bisa menjadi percontohan LKP yang ada di Ngawi," kata Heru Kusnindar saat dikonfirmasi pada Senin (4/12/2023).

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan perhatian penuh kepada LKP di Ngawi seperti halnya LKP Sari Dewi. Alasannya, LKP berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan.

"Ini sejalan dengan visi misi Pemkab Ngawi dalam pengentasan kemiskinan. Maka DPRD meminta, pemkab memberikan perhatian dan dukungan penuh untuk LKP," tambahnya.

Kendati begitu, Heru Kusnindar juga meminta ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi agar melakukan evaluasi terhadap LKP yang mungkin belum sesuai juknis yang ada. Kata dia, jangan sampai program yang menguntungkan bagi masyarakat tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Terpisah, Direktur dan pimpinan LKP Sari Dewi, Kapti Lestari Ningsih mengungkapkan, selama ini program dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI ia jalankan dengan baik sesuai mekanisme.

Namun ia berharap, agar pemerintah daerah memberikan bantuan bagi peserta yang tidak memenuhi syarat tapi berkeinginan ingin menjadi bagian dari LKP guna mencari keterampilan merias sebagai bekal membuka usaha.

"Banyak yang ingin menjadi perias dan make up artis, namun karena terbentur syarat aturan mereka tidak dapat mengikuti program ini. Harapan kami, pemerintah daerah bisa membantunya," ungkapnya.

Diketahui, LKP Sari Dewi telah melatih peserta pelatihan sebanyak 40 siswa yang merupakan usia 16 hingga 25 tahun, dengan durasi pembelajaran 275 jam pelajaran dan terdapat sebanyak 60 kali pertemuan.

Perempuan yang akrab dipanggil Ibu Ning mengatakan, kegiatan diluar jam pembelajaran, pihaknya juga menggandeng project learning yaitu hunting foto model bersama fotografer se Ngawi di taman wisata sumber koso.

"Salah satu diantaranya adalah inovasi LKP Sari Dewi dalam mengenalkan hasil karya peserta didik kepada masyarakat bekerja sama dengan fotografer yang ada di Ngawi," ujarnya.

Dalam kegiatan pembelajaran itu, selain tidak dipungut biaya, LKP Sari Dewi juga memberikan alat praktek gratis kepada peserta sebagai bahan rintisan usaha.

Dalam pelatihannya, LKP Sari Dewi juga didampingi instruktur yang bekompeten dan bersertifikasi, sehingga mendapatkan dukungan penuk dari UMKM serta Bank Jatim dan Bank BRI setempat.