Jelang Idhul Adha Pemkab Ngawi Cek Kesehatan Hewan Kurban, Ini Tanda Penyakitnya
SUARA NGAWI - Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP), Ngawi, rutin melakukan cek kesehatan hewan kurban jelang idhul adha. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP, Toni Wibowo, meminta agar konsumen atau masyarakat yang akan membeli hewan untuk kurban wajib mengetahui ciri-ciri hewan yang sehat dan layak untuk dikonsumsi.
"Tentu yang pertama membeli hewan sapi atau kambing adalah ke pemilik yang sudah dikenal, kredibel, bisa dipercaya, mempunyai track record yang baik. Apalagi untuk kebutuhan kurban idhul adha," kata Toni, Senin (25/6/2026).

Toni memaparkan, kelayakan hewan secara kesehatan fisik, kesehatan kulit, hingga usia hewan wajib dipahami oleh pembeli. Jika terdapat indikator tersebut atau terindikasi belum memenuhi syarat, selayaknya untuk tidak dibeli sebagai hewan kurban.
"Seperti penyakit PMK, cirinya adalah gejala demam tinggi antara 39 sampai 41 derajat celcius, ternak tidak nafsu makan, keluar air liur berlebih, keluar ingus, ada luka di rongga mulut dan lidah, luka di kaki dan kuku serta nampak pincang," terang Toni.
"Untuk ciri penyakit LSD, perhatikan pada kulit hewan ternak bagian permukaan kulit dan daging bagian luar. Di bagian kulit luar ada benjolan merata, orang biasanya menyebut penyakit lato-lato," imbuhnya.
Toni berharap, pembeli tidak tergiur dengan harga hewan kurban yang sangat murah. Kesehatan hewan kurban adalah prioritas utama setelah harga yanh ditentukan.
Kata Toni, dengan meningkatkan kewaspadaan dan kejelian dalam memilih hewan kurban, dapat melindungi hewan ternak, keberlangsungan ibadah kurban dan mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar, serta turut menjaga kesehatan konsumsi daging kurban.
Pun begitu, Pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dini terhadap PMK dan LSD jelang kurban hari raya idhul adha, diantaranya pemeriksaan hewan di titik-titik tertentu dan penyekatan penyebaran.
"Kami berfokus pada skrining fisik terhadap PMK dan LSD, karena dua penyakit ini menular strategis, dan ini sangat kami waspadai," ujarnya.
"Pemeriksaan klinis secara detail, kami lakukan seperti di perbatasan masuk Kabupaten Ngawi, pasar hewan serta pendataan dan pengecekan di rumah pemilik hewan ternak," pungkasnya
Belum ada komentar.