SUARA NGAWI - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan pertanian, Muh Hasan Zainuri bakal mengajukan usulan tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak ribuan ton kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Keputusan ini untuk memaksimalkan ketahanan pangan sektor pertanian dengan ketersediaan pupuk guna memenuhi kebutuhan para petani.
"Hitungan ini untuk mengantisipasi menjelang akhir Musim Tanam II (MT II) hingga memasuki awal Musim Tanam III (MT III) di tahun 2026," kata Muh Hasan Zainuri, Jumat (31/7/2026).
Ia menyampaikan, perhitungan ini sudah melibatkan bagian Analis Prasarana dan Sarana Pertanian dengan mendasar pada realisasi penggunaan pupuk di Bulan Juni yang lalu, sehingga pengajuan ini sudah memenuhi syarat untuk penambahan alokasi.
Adapun informasi yang diterima awak media usulan tambahan alokasi meliputi 2.000 ton Urea, 5.000 ton NPK, dan 4.000 ton pupuk Organik sebagai proyeksi hingga akhir tahun.
Sementara kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Ngawi selama satu tahun mencapai 43.000 ton Urea, 35.000 ton NPK, dan 9.000 ton Organik.
Kebutuhan pupuk tersebut mencakup sektor tanaman pangan hingga perkebunan (tebu rakyat) dengan perkiraan luas lahan mencapai sekitar 50.000 hektar.
"Untuk penyalurannya ke petani nanti pihak DKPP Ngawi masih menunggu proses koordinasi dengan pemerintah pusat," pungkasnya.
Belum ada komentar.