NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mulai mempersiapkan penyusunan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pupuk bersubsidi Tahun 2027.
Persiapan awal itu dalam rangka mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.
“Langkah awal DKPP Kabupaten Ngawi dimulai dengan melaksanakan tahapan persiapan penyusunan e-RDKK untuk Tahun Anggaran 2027,” kata Supardi Kepala DKPP Ngawi, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, e-RDKK merupakan basis data utama penentuan alokasi pupuk bersubsidi bagi petani.
“Data yang valid dan tukar-menukar menjadi kunci agar pupuk bersubsidi dapat diterima oleh petani yang diusulkan RDKK di masing-masing poktannya,” ujar Supardi.
Kata dia, sejalan dengan kebijakan nasional, proses input dan pemutakhiran data e-RDKK Tahun 2027 diselenggarakan pada tanggal 22 September hingga 25 Oktober 2026.
“Pada periode ini akan dilakukan verifikasi dan validasi luas lahan serta Indeks Pertanaman (IP),” terangnya.
Adapun pemutakhiran data Tahun 2027 meliputi pembersihan data yaitu pembersihan data petani yang telah meninggal dunia, pindah domisili, alih profesi, serta petani yang tidak melakukan penebusan pupuk selama 3 tahun berturut-turut.
Kemudian validasi oleh NIK dan luas lahan maksimal 2 hektar per NIK, sesuai dengan ketentuan penerima pupuk bersubsidi, Kesesuaian Komoditas yaitu prioritas untuk 9 komoditas penerima subsidi diantaranya padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi dan kewajiban tergabung poktan sebagai penjelasan petani wajib tergabung dalam Kelompok Tani dan terdata di SIMLUHTAN.
“Program di DKPP Kabupaten Ngawi bersinergi dengan Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Ngawi untuk disampaikan kepada seluruh Koordinator Penyuluh (Korluh), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Pengurus Kelompok Tani di 19 Kecamatan,” ungkapnya.
Supardi meminta poktan untuk proaktif melakukan Musyawarah Kelompok Tani untuk penyusunan RDKK tingkat kelompok dan Pemutakhiran data anggota melalui aplikasi SUMLUHTAN dan e-RDKK serta koordinasi berjenjang dari desa, kecamatan dna Kabupaten.
“DKPP Kabupaten Ngawi mengimbau kepada seluruh petani di Kabupaten Ngawi untuk segera menghubungi PPL dan pengurus Poktan masing-masing.
“Dengan disusunnya e-RDKK yang akurat sejak dini, diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan Jawa Timur dapat berjalan efektif, transparan, dan akuntabel, serta mendukung target peningkatan produksi dan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan,” tutupnya.
Belum ada komentar.