NGAWI - Bhayangkara Pendamping Pertanian Ramah Lingkungan (Bhatarling) merupakan program dari kepolisian Polres Ngawi dalam rangka mengawal program pemerintah Kabupaten Ngawi untuk mensukseskan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.

Maka dari itu, Polsek Pangkur terus melakukan langkah-langkah kongkrit, salah satunya adalah sosialisasi bahaya menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik kepada para petani pada, Jumat (9/9/202).

"Pertanian ramah lingkungan berkelanjutan ini merupakan visi dan misi Bupati Ngawi, beberapa minggu lalu Polres Ngawi melakukan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama mengawal serta mengimplementasikan program tersebut," kata Kapolsek Pangkur AKP Subandi.

"Maka ini komitmen kami untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi kepada para petani, salah satunya adalah bahaya pemasangan jebakan tikus disawah dengan dialiri listrik, dengan tegas ini kita larang," imbuhnya.

Dikatakan AKP Subandi, pihaknya juga melakukan diskusi bersama para petani, mengenai penggunaan pupuk organik. Karena menurutnya penggunaan pupuk organik dirasa sangat baik menjaga kesehatan karena minim bahan kimia.

"Ketahanan pangan ini menjadi tujuan utama dalam meningkatkan produktifitas hasil pertanian, namun perlu juga menjadi catatan penting yaitu penggunaan bahan kimia pada pertanian, ini harus dikurangi," ujarnya.

"Karena kita semua tahu, jika terlalu banyak mengkonsumsi beras yang dimana saat tanam itu menggunakan bahan kimia tidak baik untuk kesehatan. Maka, beras yang dihasilkan dari tanaman padi menggunakan pupuk organik inilah yang tepat untuk dikonsumsi," terang AKP Subandi.

Kegiatan sosialisasi Polsek Pangkur dilaksanakan di dua desa. Yaitu, Desa Gandri dan Desa Sumber dilakukan oleh tiga personil anggota Polsek Pangkur, IPTU Arif Hidayat, AIPTU Suprapto, dan Bripka Kuswanto.