NGAWI - Sejak Oktober 2025, Suara Ngawi membuka layanan aduan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aduan yang diterima, selanjutnya dilakukan verifikasi atas informasi aduan. Jika ditemukan, laporan diteruskan ke dapur MBG termasuk ke investor.
Selama ramadan, Suara Ngawi kebanjiran aduan soal menu kering. Mulai tidak layak konsumsi hingga nilai harga menu yang patut diduga tidak sesuai standar dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ari pemilik SN mencatat, selama ramadan hingga berita ini diturunkan pada Senin (2/2/2026) terdapat 32 aduan dari berbagai lembaga pendidikan penerima MBG. Aduan berasal dari siswa dan orang tua wali murid, termasuk informasi dari media sosial setelah diverifikasi kebenarannya.
Aduan itu, diantaranya adanya buah busuk, roti keras, telur belum matang hingga isi MBG porsi kecil dan besar yang diduga tidak sesuai nilai rupiah yang diatur BGN yakni Rp 8 ribu dan Rp 10 ribu.
"Semua kita catat dan dicek kebenarannya, selanjutnya kita sampaikan ke dapur MBG atau ke investor, jika tidak diindahkan kita bersurat ke BGN dengan melampirkan bukti yang ada," kata Ari.
"Namun hingga saat ini saya belum pernah melapor langsung ke BGN, sebab setelah pemilik dapur kita kritisi, mereka mau melakukan perbaikan," tambahnya.
Melalui Suara Ngawi, Ari mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut melapor soal MBG yang diduga tidak sesuai peruntukan.
Ari menegaskan, pemberi informasi dan pelapor MBG, nama dan identitas dijamin kerahasiaannya.
"Silakan, bisa melalui WhatsApp ke nomor 082 345 355 355 atau via email suarangawijawatimur@gmail.com, disertai foto bukti pendukung yang jelas," tutupnya.
Belum ada komentar.