NGAWI - Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ngawi menggelar bimbingan teknis (Bimtek) di Hotel Quest Semarang selama 3 hari, dari tanggal 26 hingga 28 Februari 2024.
Bimtek yang dihadiri 47 orang itu terdiri dari Kasubag Umum dan kepegawaian perangkat daerah dilingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Bimtek mengundang dua narasumber yakni dari Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku asisten KASN 2 pengawasan bidang penerapan sistem merit wilayah 1 yang dikenal bernama Mugi Syahriadi dan Kepala Bidang Pengangkatan dan Pensiun, Kantor Regional I BKN Yogyakarta, Iswahyudi Suryanto.
Kepala BKPSDM Kabupaten Ngawi Idham Karima mengatakan, Bimtek itu membahas soal implementasi Undang Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara.
Dijelaskannya, dalam undang-undang ASN terbaru masih menekankan terkait sistem merit lama. Namun tetap bertujuan untuk melahirkan ASN yang profesional dan berintegritas.
"Undang-undang ini mengatur tentang ASN dengan menetapkan batasan istilah yang digunakan dalam pengaturannya," kata Idham Karima, Rabu (27/2/2024).
"Pokok-pokok pengaturan di dalam undang-undang itu diantaranya penguatan sistem merit, penetapan kebutuhan PNS dan PPPK, kesejahteraannya, penataan honorer, hingga digitalisasi manajemen ASN termasuk didalamnya transformasi komponen manajemen," sambungnya.
Idham menjelaskan, dalam bimtek tersebut, pihaknya juga telah meluncurkan sekaligus menjelaskan tentang aplikasi Sistem Informasi Gabungan Data ASN Ngawi atau Sigading. Kata dia, melalui aplikasi Sigading, ASN dapat mengidentifikasi dan mengidentifikasi serta mengembangkan kompetensi yang dimilikinya.
"Literatur menunjukkan bahwa digitalisasi manajemen memiliki dampak yang signifikan terhadap perencanaan dan strategi sumber daya manusia," ujar Idham.
Lanjut dia, pemerintah Kabupaten Ngawi memanfaatkan digitalisasi untuk manajemen talenta yang sangat diperlukan dalam perkembangan zaman.
"Tentu melalui aplikasi Sigading ini diharapkan memudahkan birokrasi dan untuk ASN sendiri dalam mengembangkan kompetensi," pungkasnya.
Belum ada komentar.