SUARA NGAWI - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi turut menyaksikan ekspor perdana pabrik mainan PT Royal Regent Manufacturing (RRM).

"Selamat untuk ekspor perdana PT RMM, ini bukti bahwa komitmen investor dalam turut mendorong ekonomi lokal, sukses untuk PT RMM," kata Kepala DPMPTS, Kusuma Hadi Widjajanto, Senin (27/4/2026).

Dalam ekspor perdana itu, hadir pula Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Madiun, Muhammad Lukman.

Dalam kesempatan itu, Lukman mengatakan bahwa pelepasan ekspor perdana tersebut juga menjadi tonggak penting bagi PT Royal Regent Manufacturing sebagai perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat.

"Fasilitas ini merupakan wujud dukungan pemerintah agar industri dapat memproduksi barang di dalam negeri dan menembus pasar ekspor,” ujar Muhammad Lukman Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Rabu, 22 April 2026 usai meghadiri ekspor perdana di lokasi.

Lukman mengungkapkan, investasi melalui skema kawasan berikat memberikan dampak luas. Tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan kerja, keberadaan industri ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Munculnya berbagai usaha pendukung seperti penyedia kos-kosan, usaha kuliner, hingga layanan transportasi," jelasnya.

Dengan adanya ekspor perdana tersebut, lanjut Lukman, PT Royal Regent Manufacturing diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kinerja ekspor nasional.

"Sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen mainan anak di pasar global," tegasnya.

Ekspor perdana tersebit berupa satu kontainer 40 feet berisi 7.490 unit produk mainan anak dengan total nilai mencapai 19.931 dolar AS yang dikirim ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebagai informasi, PT Royal Regent Manufacturing dikenal sebagai produsen berbagai merek mainan anak internasional, di antaranya Seasons, Big Time Toys, Strottman, 360 Toys, Casdon, Zuru, Buzz Bee Toys, Tigerhead, Masterkidz, Takaratomi hingga Sky Castle.

Kehadiran perusahaan tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Saat ini jumlah pekerja yang telah terserap mencapai sekitar 800 orang. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring rencana ekspansi usaha.