NGAWI - Pramuka selama ini hanya dikenal sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang kepanduan seperti sosial, kebencanaan, kedaruratan dan kegiatan perkemahan.

Namun tidak bagi pramuka di Kabupaten Ngawi. Di bawah naungan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), pramuka di Ngawi juga dilatih kemandirian dalam berwirausaha melalui pandupreneur.

Hal tersebut dilakukan seiring sejalan dengan visi misi bupati dan wakil bupati ngawi, yakni Semesta Berencana pada peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing serta pengembangan perekonomian masyarakat berbasis teknologi.

Maka dari itu, Disparpora Ngawi berupaya dalam meningkatkan kemandirian perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, mengangkat sisi kewirausahaan pramuka melalui Sistem Informasi Manajemen Pemasaran Pandupreneur (Si Mansur).

Si Mansur berisikan diferensi produk yang dihasilkan oleh wirausaha pramuka melalui pandupreneur dan bisa diakses baik melalui website disparpora atau langsung ke website yang sudah terintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Hasil wirausaha itu meliputi kuliner, kerajinan seperti batik dan hadycraft, hingga produk jasa seperti bengkel, service elektronik, rias pengantin dan lain-lain.

Disparpora melalui Kepala Bidang Kepemudaan Satria Eka Widhiarsa mengatakan, perlunya sinergi dengan semua pihak dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal pendampingan kewirausahaan agar kelak generasi pramuka berkesinambungan bisa menghasilkan wirausaha yang tangguh dan mandiri.

Pihaknya pun berharap, Si Mansur menjadi sebuah maketplace terintegrasi dengan sistem perbankan sehingga menjadi aplikasi berbasis mobile yang bisa dimanfaatkan semua masyarakat dan pelaku ekonomi masyarakat.

Terlebih di Bulan Juni lalu, Pandupreneur masuk nominasi 15 besar inovasi teknologi (INOTEK) award di bidang ekonomi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA).