SUARA NGAWI - Mudik lebaran tahun ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi mendapat respon positif dari pemudik asal Ngawi. Mereka puas dengan kinerja Pemkab Ngawi yang membuat sejumlah ruas jalan kabupaten menjadi mulus.

“Ngawi dalam bidang pembangunan infrastruktur meningkat sangat pesat, sejumlah ruas jalan milik kabupaten mulus, sehingga bikin nyaman saat mudik,” ujar Warsito asal Geneng yang merantau di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

“Selain infrastruktur, sejumlah trotoar dibangun menjadi lebih indah dipandang mata, asyik buat nongkrong keluarga,” tambahnya.

Warsito mengatakan, kondisi jalan yang semakin baik serta area spot sarana pelengkap jalan seperti taman dan trotoar dekorasi lampu-lampu jalan, membuat perjalanan lebih aman dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami warga Ngawi di perantuan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Ngawi dan keoala daerah Mas Ony dan Mas Antok dalam komitmennya membangun Ngawi ke arah yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, menurut data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muhammad Fauzi Amir Rahman mengungkapkan, total panjang jalan Kabupaten Ngawi adalah 748,41 kilometer. Jalan dalam kondisi baik dan kondisi mantap yakni 724,30 kilometer.

“Artinya 96,78 persen jalan kabupaten kondisinya sangat baik. Dan kami masih memiliki pekerjaan rumah untuk perbaikan jalan rusak ringan 4,33 kilometer atau 0,58 persen dan jalan rusak berat 19,78 kilometer atau 2,64 persen,” ungkap Fauzi.

Fauzi menerangkan tahun 2026 akan menjalankan pemeliharaan dan pembangunan jalan kabupaten secara rutin dan berkala. Rencana rekontruksi utama yang akan dikerjakan tahun 2026 diantaranya Jalan Tambakromo-Campurasri dengan nilai Rp10,5 miliar

Selain itu, Informasi yang dihimpun awak media, termasuk bakal merekontruksi Jalan Duwet-Gambol dengan nilai anggaran Rp4,1 miliar, Jalan Kandangan-Krawut Rp1,2 miliar, dan Jalan Kendung-Pojok Rp 6,8 miliar. Kemudian pekerjaan pemeliharaan berkala di ruas Jalan Gendingan-Payak (Rp1,4 miliar), Jalan Kayut-Widodaren (Rp5,8 miliar), Jalan Keras-Kayut (Rp3 miliar), serta Jalan Randusonogo-Majasem (Rp11,5 miliar).