NGAWI - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi melalui Pramuka Pandupreneuer masuk 15 besar kompetisi inovasi daerah dan inovasi teknologi award di bidang ekonomi.
Kompetisi yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur itu diikuti kabupaten dan kota Se-Jawa Timur. Disparpora Ngawi melalui Pramuka Pandupreneur mampu menunjukkan inovasi terbaiknya.
Kepala Bidang Kepemudaan Satria Eka Widhiarsa mengatakan, menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kewirausahaan Nasional, pramuka melalui Pandupreneur berkolaborasi dengan semua pihak untuk percepatan pembangunan ekonomi.
"Pramuka sebagai ujung tombak kegiatan kepemudaan, yang lebih sering bersinergi dengan masyarakat utamanya pelajar, akan lebih tajam dalam kemandiriannya, utamanya pada sektor peningkatan perekonomian masyarakat," kata Satria Eka Whidiarsa, Jumat (28/07/2023).
"Dalam hal ini pramuka sebagai salah satu organisasi masyarakat pemuda, dibawah naungan Disparpora, berhasil masuk ke dalam 15 besar Kompetisi Inovasi dan Teknologi yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur, pada Selasa 20 Juni 2023 lalu," ungkapnya.

Satria panggilan akrab Kabid Kepemudaan Disparpora Ngawi menambahkan, kompetisi Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi Award di Bidang Ekonomi Provinsi Jawa Timur disebutnya selaras dengan visi misi Kabupaten Ngawi.
"Kompetisi ini sebagai bentuk perwujudan pelaksanaan visi Kabupaten Ngawi Semesta Berencana yang dilaksanakan oleh Disparpora utamanya dalam penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan kepemudaan tingkat kabupaten melalui wirausaha muda pemula, dan pemuda kader kabupaten serta pembinaan dan pengembangan organisasi kepramukaan," terangnya.
"Tentu Inovasi ini nantinya akan membuat pramuka melalui pandupreneur bisa menjadi salah satu media peningkatan perekonomian masyarakat melalui pendidikan kewirausahaan yang mampu bersinergi dengan satuan kerja perangkat kerja yang lain, dan disemua bidang, seperti pendidikan, perekonomian, teknologi, informasi dan komunikasi publik, serta program penurunan tingkat kemiskinan menekan laju inflasi melalui kemandirian berusaha berbasis teknologi," tutupnya.
Belum ada komentar.