SUARA NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) meminta kepada petani untuk melakukan percepatan tanam padi.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, meminta kepada DKPP untuk segera mensosialisasikan kepada petani dan stekholder soal ancaman El Nino musim kemarau panjang.
"Perlu diberikan strategi yang matang kepada para petani menjelang musim kemarau panjang," kata Wakil Bupati Ngawi yang akrab disapa Antok, usai melaksanakan kegiatan percepatan tanam di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, pada Kamis 26 April 2026.


Ia menambahkan, ancaman iklim seperti El Nino dapat mempengaruhi hasil panen baik secara kuantitas maupun kualitas. Di sisi lain, ancaman iklim tersebut menurutnya turut mempengaruhi target ambisius yang sudah ditentukan.
"Tahun 2026 ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mematok target luasan panen di Ngawi mencapai 169 ribu hektare. Target ini menjadi tantangan tersendiri, selain faktor ikim, serta mengingat Luas Baku Sawah (LBS) yang dimiliki Kabupaten Ngawi sangat terbatas," ungkapnya.
"Menyoal luasan lahan, untuk mencapai target luasan panen tersebut, secara ideal kita membutuhkan paling tidak sekitar 60 ribu hektare LBS. Padahal, realita di Ngawi LBS kita hanya 49 ribu hektare," tuturnya.
Masih kata Antok, strategi konkret untuk menyiasati keterbatasan lahan tersebut, antara lain dengan mendongkrak Indeks Pertanaman (IP).
"Berdasarkan data, IP padi di Ngawi saat ini mencapai 2,8, yang berarti dalam kurun waktu satu tahun, lahan sawah bisa dipanen nyaris tiga kali," pungkasnya.
Terpisah, Kepala DKPP Ngawi, Supardi saat ditemui di kantornya, pihaknya sudah berkoordinasi dan mensosialisasikan percepatan tanam padi menjelang musim kemarau.
"Kita akan mengawal program ini, mengingat ini merupakan program utama ketahanan pangan, dan merupakan bagian program Provinsi Jawa Timur, untuk menggalakkan Gerakan Percepatan Tanam Padi," ujar Supardi.
"Sebagai bentuk semangat bersama, menandai giat percepatan tanam, bapak Wakil Bupati Ngawi turun langsung menanam bibit padi di Desa Gemarang, Kedunggalar. Dalam agenda tersebut, kami juga membagikan bibit padi unggulan untuk membantu para petani menghadapi musim kemarau," tutupnya.
Belum ada komentar.