NGAWI - Kabupaten Ngawi menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 penuh khidmad. Dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono pada Jumat 17 Oktober 2025 di Alun-alun Ngawi, turut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Ketua PCNU Rudi Triwachid Ngawi bersama jajaran dan Ketua GP Ansor Ngawi Helmi Masulin.
Kemudian pada Selasa 21 Oktober 2025 Doa dan Dzikir turut menjadi rangkaian peringatan HSN. Digelar di Pendopo Wedya Graha, ratusan jamaah yang hadir memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa serta kemajuan umat. Kegiatan istighosah doa bersama tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Ngawi, Sekda Ngawi serta kepala OPD.



Puncaknya, Rabu 22 Oktober 2025 ribuan santri di kota ramah merayakan HSN dengan mengikuti apel akbar dan kirab santri.
Dalam apel tersebut, Bupati Ony membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang menekankan peran penting santri dalam memperkuat nilai kebangsaan, karakter, dan semangat peradaban.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama juga menyampaikan duka cita atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, serta menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada pesantren di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah telah memperkuat ekosistem pendidikan pesantren melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren, serta peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri.
"Santri harus menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawat tradisi pesantren, tapi juga peluk inovasi zaman,” pesan Menteri Agama yang dibacakan Ony.
Pun kata Ony, ia menegaskan pentingnya pendampingan pemerintah terhadap pondok pesantren agar memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan lingkungan belajar bagi para santri.
Pendampingan itu terutama pada aspek keamanan bangunan dan kelayakan lingkungan belajar santri.
Ony menyebut, perhatian terhadap dunia pesantren tidak cukup sebatas pembinaan spiritual dan pendidikan. Fasilitas fisik, kesehatan, serta keselamatan santri juga harus menjadi prioritas.
"Kami bersama para pengasuh pondok memastikan keamanan bangunan, kesehatan santri, dan kelayakan fasilitas. Jangan sampai karena santrinya banyak, lalu kaidah-kaidah keselamatan diabaikan," ujarnya.
Terpisah, Ketua GP Ansor Ngawi Helmi Masulin atau Gus Ulin, peringatan HSN tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya karena melibatkan lebih banyak ormas Islam dan menumbuhkan nilai ekonomi masyarakat.
"Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini turut menggeliatkan ekonomi lokal. Pedagang di sekitar alun-alun ramai pembeli," tuturnya.
Rangkaian HSN 2025 di Ngawi yang digelar sejak tanggal 17 hingga 26 Oktober 2025 juga dimeriahkan oleh Bazaar UMKM dan kuliner, parade seni santri, pergelaran wayang, pentas seni budaya dan penampilan bintang tamu asal Ngawi, Dhalang Poer.
Belum ada komentar.