SUARA NGAWI - Inovasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi patut diacungi jempol. Dua srikandi Disparpora, Wiwien Purwaningsih sebagai kepala dinas dan Wiwin Sumarti sebagai sekretaris dinas, melalui dinas yang diampunya berkomitmen memajukan perekonomian masyarakat.

Salah satu inovasi besutan Disparpora Ngawi yang diminati masyarakat adalah Ahad Pahingan Community Festival. Bermula dari Car Free Day (CFD) kemudian dikemas dengan hadirnya berbagai kelompok masyarakat dari pelaku ekonomi kreatif, pekerja seni dan komunitas menjadi daya tarik tersendiri masyarakat yang datang di Alun-alun Ngawi.

Disparpora Ngawi melalui Kepala Bidang Disparpora Pemuda, Andri Setiawan, mengatakan Ahad Pahingan sudah berjalan lama, berawal dari komunitas pertunjukan kemudian merambah ke pelaku ekonomi kreatif.

“Jadi Ahad Pahingan ini, digelar setiap pagi di hari minggu pahing, sengaja ditempatkan di Alun-alun Ngawi agar lebih meriah, selain tempatnya yang luas karena menyajikan berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan komunitas,” kata Andri, Minggu (10/5/2026).

“Dan di lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan seperti halnya masyarakat yang sedang berolahraga di CFD, celah inilah yang kita gunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Ngawi,” imbuhnya.

Andri mengungkapkan, Ahad Pahingan merupakan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif, pekerja seni dan komunitas. Perputaran ekonomi dari kegiatan Ahad Pahingan mencapai puluhan juta rupiah. Andri berharap, ke depan Ahad Pahingan meningkat lagi dengan lebih banyak diikuti pelaku ekonomi kreatif, pekerja seni, dan komunitas.

“Ahad Pahingan ini memberikan ruang bagi masyarakat setempat, jika ada yang ingin ikut berkontribusi turut meramaikan silakan datang di setiap Ahad Pahingan mulai pagi hingga selesai. Sambil berolahraga sekalian menikmati jajanan dan hiburan yang disajikan,” tutupnya.

Di sisi lain, Umar warga Karangjati mengaku senang dengan CFD yang juga mensajikan hiburan serta pameran ekonomi kreatif. Ia tak pernah absen setiap Minggu jam 5 pagi datang ke Alun-alun untuk berolahraga.

“Habis jalan sehat menikmati udara segar, ada suguhan hiburan. Ada menari, Drumband, komunitas otomotif, seni musik dan tak kalah juga berbagai macam kuliner turut disajikan,” ungkapnya.

Meski begitu, Umar dan rekan-rekannya juga memberikan masukan soal minimnya area parkir untuk masyarakat yang datang ke Alun-alun. Ia meminta disediakan kantong parkir yang luas dan tepat tidak menyulitkan.

“Depan SMKN itu kan perempatan, seharusnya tidak ditutup dengan parkir. Alangkah baiknya area parkir dipusatkan mulai sebelah kantor dewan hingga ke paling ujung timur, sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” tandasnya.