NGAWI - Cuaca yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Ngawi seperti hujan dengan intensitas tinggi serta angin kencang masih terjadi. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi meminta masyarakat untuk waspada.

Yuda Aprilia Kepala BPBD Ngawi menyebut, ada tiga wilayah di Kabupaten Ngawi yang berpotensi terjadi bahaya pohon rawan tumbang yang dapat membahayakan nyawa khususnya pengendara yang melintas di wilayah tersebut.

"Paling rawan ada di Jalan Raya Ngawi-Jogorogo, Kwadungan, dan Jalan provinsi Ngawi-Solo, kami meminta masyarakat agar berhati-hati saat melintas, alangkah baiknya berhenti demi keselamatan di saat kondisi hujan deras dan angin kencang," kata Yuda Aprilia saat ditemui di ruang kerjanya pada, Selasa (23/5/2023).

Menurut Yuda, terjadinya rawan pohon tumbang disebabkan beberapa hal, karena sudah lapuknya pohon, akar kegerus air dari dampak banjir, dan pohon yang rindang. Yuda pun siap berkoordinasi dengan dinas terkait melakukan langkah-langkah antisipasi.

"BPBD bersama relawan siap berkoordinasi dengan dinas terkait, PU dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk melakukan langkah antisipasi, dengan cara ranting dipangkas atau yang lapuk ditebang," ujar Yuda Aprilia.

Karena menurut Yuda, dengan sudah adanya korban akibat pohon tumbang dan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, seleksi pohon untuk dilakukan eksekusi penanganan khusus harus dilakukan.

"Yang rawan tumbang mesti dilakukan penanganan khusus, jika perlu ditebang..ditebang. Kami BPBD siap membantu, sehingga diharapkan tidak ada lagi korban jiwa," terangnya.

"Tim kami bersama para relawan kemarin juga melakukan pemangkasan ranting pohon di jalan Raya Paron Jogorogo, bersama forpimcam setempat, hal ini guna mengantisipasi hal yang dapat membahayakan nyawa manusia khususnya pengendara yang melintasi jalan tersebut," pungkasnya.