SUARA NGAWI - Produksi padi di Kabupaten Ngawi mengalami kenaikan setiap tahunnya. Tren positif peningkatan produksi padi itu tidak lepas dari berbagai program milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi serta pendampingan penguatan sektor pertanian.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian, Muh Hasan Zainuri, mengatakan capaian produksi padi menurut survei Kerangka Sampel Area (KSA) dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari Bulan Januari hingga Agustus Tahun 2025 mencapai 357.231 ton. Sedangkan Bulan Januari hingga Agustus 2026 naik menjadi 380.423 ton.
Begitu pula dengan tercapainya pencapaian produksi padi yang turut mempengaruhi kuantitas panen padi. Data dari KSA BPS mencatat, di Bulan Januari hingga Agustus 2025 capaian panen padi diangka 59.830 hektar, sedangkan di Tahun 2026 rentan waktu yang sama hasil panen meningkat menjadi 64.066 hektar.

Muh Hasan Zainuri menyampaikan capaian tersebut tidak lepas dari program asta cita Bupati dan Wakil Bupati Ngawi mengenai Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Pihaknya akan terus fokus pada program PRLB berikut perluasannya.
“Capaian ini dampak dari semakin luasnya program perluasan lahan pertanian dan PRLB. Sehingga diharapkan, dapat mendorong petani untuk melakukan startegi penerapan teknik yang lebih efisien dan menjaga kesuburan tanah pertanian yang berkelanjutan,” kata Muh Hazan Zainuri Senin (3/8/2026).
Muh Hasan Zainuri juga berharap, petani dalam memahami pemupukan secara berimbang terus ditingkatkan, tujuan pertumbunan serta hasil panen menjadi lebih baik.
“Melalui program-program pendampingan dari dinas kami misal seperti perluasan implementasi PRLB, semoga peningkatan produktivitas dapat terus terjaga, sehingga Ngawi sebagai lumbung padi tetap tumbuh sehingga terwujud sebagai daerah penyangga pangan dapat terlaksana,” tutupnya.
Belum ada komentar.