SUARA INDONESIA, NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Pendopo Wedya Graha, pada Selasa (10/3/2026).

Musrenbang kali ini, Pemkab Ngawi mengambil tema "Ekspansi Program Unggulan dan Integrasi Sistem Menuju Kemandirian Ekonomi Berbasis Keberlanjutan.”

Kepala Bappeda Ngawi, Indah Kusumawardhani mengatakan Pemkab Ngawi berfokus kepada pelayanan dasar yakni soal ekonomi, infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kami berfokus pada pelayanan dasar dengan cakupan pembahasan soal perekonomian, infrastruktur, dan kewilayahan serta pembangunan SDM," ungkap Indah Kusumawardhani.

Dalam kesempatan itu Indah menguraikan, Bappeda sudah memiliki rangkuman jumlah usulan Tahun 2027.

Yakni, bidang ekonomi sebanyak 55 program dan 130 kegiatan, bidang infrastruktur kewilayahan 39 program dam 102 kegiatan, kemudian bidang pemerintahan dan pembangunan manusia 150 program dan 463 kegiatan.

"Asumsinya anggaran Tahun 2027 sebesar Rp 2,48 Triliun, meski defisit dibanding anggaran Tahun 2026, namun hal ini akan kami koordinasikan kembali ke pihak terkait," ujar Indah.

Sementara, dalam Musrenbang itu turut hadir dari Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Tiat S. Suwardi. Ia mendukung Musrenbang Ngawi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan yang tersusun teratur dan baik.

"Semua perencanaan ke depan harus tersusun teratur, program tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, wajib saling mendukung dan menguatkan untuk mewujudkan kesejahteraan menyeluruh masyarakat Ngawi," tuturnya.

Di waktu yang sama, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono akan konsisten melaksanakan program prioritas perencanaan pembangunan Tahun 2027.

Ony menyebut pembangunan infrastruktur jalan, pengentasan kemiskinam dan pembanunan rumah tidak layak huni bakal dilaksanakan secara maksimal.

"Termasuk melaksanakan Program Strategis Nasionl (PSN) seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)," terangnya.