SUARA NGAWI - SMK PGRI 1 Ngawi kembali mengukir sejarah. SMK Swasta dengan segudang prestasi itu kembali menorehkan tinta emas untuk Kabupaten Ngawi di kancah nasional juara tiga Lomba Kompetensi Siswa (LKS).
Prestasi membanggakan bidang pendidikan itu, dipersembahkan oleh siswa program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK PGRI 1 (Grisa) Ngawi, bernama Saputra Pramahkota Hati.
Ia sukses membawa pulang gelar Juara 3 pada ajang LKS Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta dan Bandung.
"Atas dukungan semua pihak, keluarga dan termasuk mentor guru kami di Grisa, saya mendapatkan peringkat 3 nasional LKS ditandai dengan perolehan medali perunggu," kata Saputra.

Kepala sekolah SMK PGRI 1 Ngawi, Farid Samsul Hadi, merasa bersyukur dan bangga atas prestasi yang berhasil diraih anak didiknya. Kata Farid, tidak hanya mewakili Kabupaten Ngawi namun juga mewakili Provinsi Jawa Timur.
"Kami bersyukur atas kerja keras Saputra. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Ngawi sangat diperhitungkan di tingkat nasional," ujar Farid, Senin (14/9/2026).
Kepada Suara Ngawi, Farid menceritakan bahwa pencapaian prestasi yang diraih Saputra tidaklah instan. Sebelum masuk dalam kompetisi tingkat nasional, ia harus mengikuti seleksi tingkat kabupaten, provinsi, kemudian tingkat nasional.
"Sebelum masuk LKS di tingkat nasional, Saputra harus bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hasilnya, ia meraih juara satu setelah mampu menyingkirkan 51 peserta pada seleksi tingkat provinsi yang diselenggarakan di SMKN 10 Surabaya," kata Farid.
"Saputra, akhirnya dikukuhkan resmi menjadi wakil dari Provinsi Jawa Timur," tambahnya.
Masih kata Farid, pencapaian yang diraih Saputra, merupakan bidang lomba Information Network Cabling (INC), kompetensi yang menuntut ketelitian, kecepatan, serta pemahaman mendalam mengenai infrastruktur jaringan komputer.
Farid menyampaikan, persiapan dan pendampingan oleh pihak sekolah sangat intensif dam sistematis, pun kata Farid, memakan waktu berbulan-bulan.
Latihan diprioritaskan pada simulasi simulasi troubleshooting, pemotongan dan penyambungan fiber optik, serta instalasi copper cabling di laboratorium TKJ dengan standar industri.
Selain hal tersebut latihan juga difokuskan pada hardskill atau teknis jaringan kemudian juga melatih manajemen waktu, ketelitian, dan mental agar ia terbiasa bekerja di bawah tekanan, persis seperti kondisi nyata di arena kompetisi.
"Kesuksesan dalam ajang LKS tingkat nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan vokasi di SMK PGRI 1 Ngawi mampu mencetak SDM unggul yang siap bersaing di era digital," terang Farid.
Farid berkomitmen, mempertahankan pencapaian tersebut dan akan dijadikan tolok ukur sebagai motivasi anak didiknya. Tidak hanya ajang LKS, ke depannya pihaknya bakal melakukan evaluasi menyeluruh dengan tujuan meningkatkan performa sekolah.
"SMK PGRI 1 Ngawi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dengan melengkapi fasilitas laboratorium praktik agar senantiasa relevan dengan perkembangan teknologi yang setiap bulan bahkan tahun selalu berganti," ucapnya.
"Kami juga akan melahirkan bakat-bakat anak didik terbaik dalam tehnik yang kami ajarkan di sekolah, salah satu tujuannya agar tradisi juara ini mampu dipertahankan dan ditingkatkan," tutupnya.
Belum ada komentar.